Kraca Keong, Keong Sawah yang mengandung Gizi

Purwokerto......

Ketemu makanan nih di Purwokerto, yang menurut saya agak aneh. Dari segi penampilan sudah terlihat tidak menarik, apalagi kalo disebutkan asal dari makanan tersebut. Ya... namanya "Kraca Keong".

Kraca Keong adalah sejenis Siput Air atau Tutut yang banyak dijumpai di sawah, memiliki cangkang berwarna hijau-kecoklatan. Nama latinnya: Pila ampullacea. Meskipun hidupnya di sawah, keong ini memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi, antara lain : protein 12% , kalsium 217 mg, rendah kolesterol, 81 gram air dalam 100 gram keong sawah, dan sisanya mengandung energi, protein, kalsium, karbohidrat, dan phosfor, dengan dominasi vitamin A, E, niacin dan folat. 
Nah, banyak kan gizinya. Tidak disangka  ya hewan sekecil ini memiliki banyak manfaatnya. 


Ternyata Kraca Keong ini merupakan makanan khas Banyumas, dan lebih banyak dijumpai pada saat bulan Ramadhan. Tapi kalau di komplek rumah saya jualnya setiap hari, yang jualan anak kecil dua bersaudara. Sebenarnya saya kurang menyukai makanan ini, tapi karena saya iba melihat anak kecil itu jadi saya suka beli sesekali. Harganya murah meriah Rp 2.000,- per kantong. Untuk rasanya saya agak sulit untuk mengatakan enak, hmm pedas-pedas manis gitu deh, tapi tetap saya makan kok hehehe.... Biasanya untuk memudarkan rasa jijiknya, saya makan dengan saos sambal atau saya goreng lagi untuk anak-anak. Karna kandungan gizinya yang tinggi jadi saya harus mengolahnya lagi supaya anak-anak suka. Resepnya menyusul yah, sampai saya menemukan rasa yang benar-benar pas dan lezat :) . Soalnya masaknya masih coba-coba sih. Walaupun makanan ini mengandung gizi yang sangat tinggi dan murah meriah, namun tetap dilihat juga dari faktor kebersihannya ya, karena pengaruh juga buat kesehatan.

Setelah saya googling, ketemu juga nih resepnya:

Bahan-bahan:
  • 1 kg kraca (keong)
  • 3 batang sereh/kamijara
  •  1 ruas jari jahe
  • 0,5 ons cabe rawit merah
  • 1 batang laos
  • sedikit kunyit
  • 2 liter air
  • 5 siung bawang putih
  • 10-15 siung bawang merah
  • gula dan garam secukupnya (yang ini harus pas karena air kaldu akan dinikmati)

Cara membuat:
  1. Cabe rawit, bawang, dan kunyit haluskan. Tumis semua bumbu daun (sereh, daun salam dan laos). Untuk cabe, hanya perlu kasar saja, ini berfungsi juga sebagai garnis pada saat penyajian.
  2. Tumis bumbu tersebut hingga harum. Masukan air tunggu hingga mendidih.
  3. Masukan kraca yang telah dibersihkan dan direndam selama semalam.
  4. Masukkan gula dan garam.

Nah silahkan mencoba ya bagi yang penasaran.

 Tampak Kraca Keong pada waktu dijual seperti foto di atas, berkuah.

Ini Kraca Keong yang sudah saya tiriskan, dan siap dimakan dengan saos sambal. 
Seperti makan kerang hijau/dara saja.





No comments:

Post a Comment